Perang Teluk baru saja selesai. Perusahaan minyak Amerika sibuk memadamkan sumur-sumur minyak yang sengaja dibakar oleh pasukan Saddam Hussein ketika mereka melarikan diri dari Kuwait.
Setelah beberapa waktu, tinggallah sebuah sumur minyak yang masih terbakar. Berbagai cara mereka lakukan, tapi kobaran api tersebut tak kunjung padam.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memanggil Red Adair pakar pemadam kebakaran sumur minyak yang terkenal itu. Mereka menawarkan imbalan dua juta dollar asal saja Red Adair bisa memadamkan sumur yang sedang terbakar itu. Tapi sial bagi mereka. Red Adair sedang terlibat dalam sebuah usaha pemadaman di Siberia.
"Mengapa kita tidak memanggil Green Adair saja?" usul salah seorang dari karyawan perusahaan minyak Amerika itu.
"Siapa?"
"Green Adair. Dia orang Irlandia. Bayarannya lebih murah daripada Red Adair."
Begitulah, mereka menelepon Green Adair di Dublin dan menawarkan pekerjaan tersebut.
Beberapa hari kemudian orang-orang Amerika itu terkagum-kagum melihat sebuah helikopter besar langsung mendarat di dekat sumur minyak yang sedang terbakar itu. dan yang membuat orang-orang Amerika itu lebih terkagum-kagum lagi, dari belakang helikopter itu keluarlah sebuah truk berwarna hijau penuh dengan awak dan dikemudikan sendiri oleh Green Adair.
Truk itu langsung meluncur kearah api. dan yang membuat orang-orang Amerika itu semakin terkagum-kagum, truk itu tidak berhenti dan langsung menerobos ketengah kobaran api. Green Adair dan anak buahnya nyaris hilang dalam kobaran api dan kepulan asap. Hanya sesekali terlihat sosok-sosok yang berlari dan melompat kesana kemari.
Setelah hampir satu jam, kobaran api itupun padam. Dan keluarlah Green Adair bersama para anak buahnya. Nyaris tanpa cacat. Semua yang menatap langsung bertepuk tangan.
"Apa yang akan anda lakukan dengan bayaran satu juta dolar nanti?" tanya salah seorang Amerika itu dengan rasa ingin tahu.
"yang pertama-tama akan saya lakukan,"kata Green Adair dengan terengah-engah, "adalah memperbaiki rem truk cilaka itu!"

.jpg)



Komentar :
Poskan Komentar